F1 EMBIO, PUPUK CAIR RAMAH LINGKUNGAN

Gatot Suroyo, petani Kampung Jatibaru, Kecamatan Bungaraya, Siak, Riau pernah mengikuti sekolah lapang petani gambut yang ditaja Badan Restorasi Gambut. Peserta sekolah diberi pemahaman pentingnya buka lahan tanpa bakar dan cara buat pupuk organik F1 Embio.

Petani tidak perlu bakar lahan untuk hasilkan abu. F1 Embio dapat meningkatkan pH tanah. Ia juga pengganti pestisida, ramah lingkungan dan tidak merusak tanah terutama gambut.

Bahan-bahan yang diperlukan buat pupuk ini: nenas tua atau yang mulai membusuk. Gula merah atau gula putih, tepung ubi atau sagu, vitamin b kompleks, terasi dan kotoran ayam.

Caranya: parutkan nenas. Tiris halus gula merah. Larutkan tepung dalam air. Selanjutnya, panaskan panci berisi 5 liter air, larutkan vitamin b kompleks, terasi dan gula merah. Kemudian, masukkan nenas dan tepung. Aduk sampai mendidih. Setelahnya, diamkan beberapa jam sampai dingin. Lalu, campurkan kotoran ayam yang baru keluar dari tempat pembuangannya. Diamkan lagi selama 18 jam, tutup dan jauhkan dari sinar matahari.

Sebelum disiram pada tanah, campurkan 1 liter F1 Embio dengan 60 liter air ditambah 1 kg gula merah lagi. Aduk sampai rata dan diamkan lagi selama 24 jam. F1 Embio bisa digunakan pada tanah mineral maupun gambut. Pemakaiannya pagi atau sore.

F1 Embio, pupuk organik karya Joko Wiryanto mantan mahasiswa Teknik Industri Universitas Pasundan. Dia melakukan riset pada 1983 dan pertamakali mencoba hasilnya 10 tahun kemudian di lahan petani Tasikmalaya dan Lumajang.

Hingga kini, pupuknya telah banyak dicoba diberbagai daerah. BRG mendaulatnya sebagai guru pada sekolah lapang petani gambut. Dia ingin bantu petani buat pupuk dengan biaya murah dan bahan yang mudah didapat. Gatot, merasa terbantu setelah tahu pupuk cair organik ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.