Cerita Petani Gambut Mengolah Lahannya

 

Inilah cerita para petani di Kampung Buantan Lestari, Kecamatan Bunga Raya, Siak. Mereka yang sebelumnya telah mengikuti Sekolah Lapang yang diadakan oleh Badan Restorasi Gambut Indonesia mendapatkan manfaat.

Para petani diajarkan cara mengolah tanah gambut tanpa melakukan pembakaran lahan. Tanah gambut yang mengandung zat asam tinggi diolah dengan cara lain yakni menyiram dengan bakterisida yang disebut F1 Embio.

Bakterisida itu akan bekerja menetralkan zat asam di tanah gambut sehingga bisa ditanam berbagai jenis tanaman.

Untuk memastikan program berjalan, di desa ditempatkan pula fasilitator.  Tugas mereka yakni menumbuhkan partisipasi masyarakat untuk melakukan penanaman tanaman horticultura.

Kemudian membuat bakterisida F1 Embio. Juga mengajak masyarakat membuat pelet dari rumput rumput yang tumbuh di lahan gambut. Pelet ini nantinya digunakan sebagai pakan ikan, ayam, kelinci, kambing, dan sapi.

Sebagaimana yang dikatakan Badri, Ketua Kelompok Masyarakat Peduli Gambut. Menurut Badri, kini masyarakat di daerahnya telah bisa menanam berbagai tanaman horticultura. Hasil panennya juga memuaskan.

Sadeli, Penghulu Kampung Buantan Lestari, juga berterima kasih pada BRG yang telah membangun mini demplot dan membuat Sekolah Lapang di daerahnya.

Setelah adanya pelatihan dari BRG, menurut Sadeli kini masyarakat tidak merasakan panen asap lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.